Banyak kita jumpai di dalam kelas ketika guru memberikan tugas kelompok hal yang paling dramatis adalah memilih kelompok. Ketika kita berhadapan dengan guru yang memang tipekal otoriter maka habis sudah guru tersebut jadi bahan gunjingan murid-murid karena mungkin sikapnya yang terlalu kejam menurut kalian dimana kalian sudah punya circle sendiri. Apa yang ada dibenak kita saat itu tidak salah karena memang kita akan nyaman jika kita kerja dengan orang yang sudah cocok dengan kita. Hal sebaliknya akan terjadi jika kita berkerja dengan teman yang tak sehati dengan kita, mungkin pada saat mengerjakan tugas mau ngobrol canggung, mau menyuruh tidak enak sendiri, mau mengkomando sangat kaku untuk memulai mungkin bahkan terjadi cekcok saat itu. Memang sih kita dihadapkan masalah yang mungkin mau tidak mau kita harus hadapi.
Beda lagi dengan guru yang ketika memberi tugas kelompok tapi mempercayakan pembagian kelompok kepada siswanya sendiri. Guru ini yang biasanya jadi idaman para siswa, karena mungkin anak-anak menganggap guru tersebut sangat mengerti kondisi siswanya. atau dalam bahasa gaming nya gurunya sudah pro.
Nah dari kedua kasus tersebut kita coba bahas dampaknya satu satu ya, saya rasa fair ketika kita berhadapan pada sebuah masalah maka dari masalah tersebut pasti ada sisi positif dan sisi negatifnya.
Coba kita kekasus yang pertama dimana ada guru yang senangnya mengatur semua aktivitas anak-anaknya terlebih dalam pembagian kelompok. Kalau dari sisi siswa memang mayoritas siswa lebih memilih untuk bebas dalam memilih anggota kelompoknya. Sisi positif dari pemahaman ini adalah kita sebagai siswa bisa bekerja dengan nyaman dan senang karena berkumpul dengan circle kita sendiri yang notabenya watak dan perilaku teman teman sudah kita kenal. Namun sisi negatifnya adalah ketika jangka panjang nanti saat kita sudah tidak bersama dengan circle kita maka kita akan kesulitan untuk berinteraksi karena sejak dini kita sudah terbiasa sengan circle kita. Nah, jadi ada sisi positifnya kita untuk berada dikelompok yang berbeda.
Perlu kita ketauhi bahwasanya manusia itu dinamis bukan statis, maksudnya kita sebagai manusia tidak kaku ada perubahan-perubahan yang secara alami akan kita hadapi. Dinamis itu selalu ada perubaha, sedangkan statis itu tetap tidak mengalami perubah secara signifikan.
semoga bermanfaat yaa gaes.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar