Jumat, 03 Juli 2020
MARI PRODUKTIF MENULIS
MARI PRODUKTIF MENULIS
guru adalah kunci penting bagi dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas yang di ajarnya juga berkualitas. Tapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan.
Salah satu kunci penting bagi peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis.
Seorang guru yang mau membaca dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkat kualitas dirinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak karya yang dihasilkan, maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.
Kunci-Kunci Penting Dalam Menulis
Kunci itu alat untuk membuka. Tapi itu akan sebatas sebagai kunci jika tidak digunakan fungsinya. Kunci menulis itu ada beberapa diantaranya,
KUNCI PERTAMA : MOTIVASI
untuk mengawalinya, silahkan ditata mulai sekarang bisa motivasi karir, motivasi materi, motivasi politik, motivasi cinta, dll.
Sebagai guru menulis dengan latar motivasi karir ini sangat erat hubungannya dengan profesi guru. Implikasinya, semakin mahir menulis maka semakin lancar karir yang kita tempuh.
Jika kita memiliki motivasi materi, maka bagi penulis yang sudah sangat terkenal akan menghasilkan honor yang sangat berlimpah. Karya nya terus dihargai. Namun jumlah mereka yang beruntung dari sisi materi ini tidak terlalu banyak.
Motivasi politik ini gambaranya adalah ketika kita sebagai seorang politikus, menulis ini merupakan media yang sangat ampuh untuk menjalankan politik yang kita lakukan. Harapannya adalah apa yang kita tuju segera sampai.
Berbeda lagi jika motivasi menulis kita karena cinta menulis. Sesuatu yang dilakukan karena cinta akan sangat membuahkan hasil yang luar biasa. Karena menulis tidak ada keterpaksaan disana. Menulis dijadikan sebagai teman hidupnya. Dan sudah banyak buktinya kalau orang sudah cinta menulis apa yang diraihnya sungguh sangat luar biasa.
Nah, masih banyak lagi motivasi untuk menulis. Perlu di ingat, bahwa apapun motivasi yang dipilih maka akan memengaruhi terhadap tulisan atau buku yang akan dihasilkan.
KUNCI KEDUA : MEYAKINI BAHWA MENULIS ITU ANUGERAH
Banyak orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya atau banyak orang yang mampu menulis tapi tidak mau melakukannya itu pun banyak faktor yang memengaruhinya. Mengapa sih kok sampai masih ada yang kesulitan menulis dikalangan sarjana? Ada beberapa kemungkinan,
Yang pertama selama kuliah spesial menjadi anggota kelompok yang tidak pernah menulis makalah. Biasanya ini yang spesial membiayai fotokopi. Kemungkinan yang kedua, tidak menulis karena dibuatkan orang lain. Kemungkinan yang ketiga menulis dengan melakukan "kanibal" tulisan orang lain. Comat comot tulisan orang sana sini dan di jadikan satu hingga membentuk sebuah tulisan. Kemungkinan yang ke empat begitu mendapat tugas langsung berburu referensi, tidak pernah berfikir apa yang harus ditulis. Begitu referensi ada segera di ketik lalu di tutup jika selesai.
Menulis itu membuat kita menjadi berbeda dengan kawan-kawan yang lainnya. Sesederhana apapun itu sangat berkontribusi kepada orang lain.
KUNCI KETIGA : MENULIS ITU MEMBERIKAN BANYAK "KEAJAIBAN" DALAM HIDUP
Apa saja bentuk keajaiban yang dirasakan?
1. Mendapat banyak materi karena rajin menulis, bukunya mendapatkan banyak royalti
2. Sering diundang sebagai pembicara
3. Memiliki banyak teman
4. Bisa memenuhi kebutuhan hidup
5. Sebagai perekam perjalanan hidup
KUNCI KEEMPAT : TIDAK MUDAH MENYERAH
Menulis 5 paragraf sehari itu lebih baik dari pada menulis 10 halaman setiap tiga bulan sekali. Saat berapi api semangat menulis maka banyak tulisan yang dihasilkan, tapi jika semangat kendor tidak satupun tulisan yang didapat. Maka kuncinya adalah jangan menyerah dan tetap istiqomah setiap hari menulis.
KUNCI KELIMA : BERJEJARING
Maksudnya, jadi penulis jangan menepi. Memang saat sekarang harus menepi karena pandemi corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan. Pasti kita sudah jelas ya dampak dari kita banyak konektivitas.
KUNCI KEENAM : MENULIS SEBANYAK-BANYAKNYA
Menulislah setiap hari bin istiqomah. Lakukan secara terus menerus. Jika anda merasa tulisan anda tidak baik maka dengan tiap hari menulis otomatis akan memperbaikki kualitas tulisan kita.
Itulah resume pada pertemuan di wa grup kali ini yang dibawakan oleh DR.NGAINUN NAIM dosen IAIN TULUNGAGUNG.
guru adalah kunci penting bagi dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas yang di ajarnya juga berkualitas. Tapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan.
Salah satu kunci penting bagi peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis.
Seorang guru yang mau membaca dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkat kualitas dirinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak karya yang dihasilkan, maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.
Kunci-Kunci Penting Dalam Menulis
Kunci itu alat untuk membuka. Tapi itu akan sebatas sebagai kunci jika tidak digunakan fungsinya. Kunci menulis itu ada beberapa diantaranya,
KUNCI PERTAMA : MOTIVASI
untuk mengawalinya, silahkan ditata mulai sekarang bisa motivasi karir, motivasi materi, motivasi politik, motivasi cinta, dll.
Sebagai guru menulis dengan latar motivasi karir ini sangat erat hubungannya dengan profesi guru. Implikasinya, semakin mahir menulis maka semakin lancar karir yang kita tempuh.
Jika kita memiliki motivasi materi, maka bagi penulis yang sudah sangat terkenal akan menghasilkan honor yang sangat berlimpah. Karya nya terus dihargai. Namun jumlah mereka yang beruntung dari sisi materi ini tidak terlalu banyak.
Motivasi politik ini gambaranya adalah ketika kita sebagai seorang politikus, menulis ini merupakan media yang sangat ampuh untuk menjalankan politik yang kita lakukan. Harapannya adalah apa yang kita tuju segera sampai.
Berbeda lagi jika motivasi menulis kita karena cinta menulis. Sesuatu yang dilakukan karena cinta akan sangat membuahkan hasil yang luar biasa. Karena menulis tidak ada keterpaksaan disana. Menulis dijadikan sebagai teman hidupnya. Dan sudah banyak buktinya kalau orang sudah cinta menulis apa yang diraihnya sungguh sangat luar biasa.
Nah, masih banyak lagi motivasi untuk menulis. Perlu di ingat, bahwa apapun motivasi yang dipilih maka akan memengaruhi terhadap tulisan atau buku yang akan dihasilkan.
KUNCI KEDUA : MEYAKINI BAHWA MENULIS ITU ANUGERAH
Banyak orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya atau banyak orang yang mampu menulis tapi tidak mau melakukannya itu pun banyak faktor yang memengaruhinya. Mengapa sih kok sampai masih ada yang kesulitan menulis dikalangan sarjana? Ada beberapa kemungkinan,
Yang pertama selama kuliah spesial menjadi anggota kelompok yang tidak pernah menulis makalah. Biasanya ini yang spesial membiayai fotokopi. Kemungkinan yang kedua, tidak menulis karena dibuatkan orang lain. Kemungkinan yang ketiga menulis dengan melakukan "kanibal" tulisan orang lain. Comat comot tulisan orang sana sini dan di jadikan satu hingga membentuk sebuah tulisan. Kemungkinan yang ke empat begitu mendapat tugas langsung berburu referensi, tidak pernah berfikir apa yang harus ditulis. Begitu referensi ada segera di ketik lalu di tutup jika selesai.
Menulis itu membuat kita menjadi berbeda dengan kawan-kawan yang lainnya. Sesederhana apapun itu sangat berkontribusi kepada orang lain.
KUNCI KETIGA : MENULIS ITU MEMBERIKAN BANYAK "KEAJAIBAN" DALAM HIDUP
Apa saja bentuk keajaiban yang dirasakan?
1. Mendapat banyak materi karena rajin menulis, bukunya mendapatkan banyak royalti
2. Sering diundang sebagai pembicara
3. Memiliki banyak teman
4. Bisa memenuhi kebutuhan hidup
5. Sebagai perekam perjalanan hidup
KUNCI KEEMPAT : TIDAK MUDAH MENYERAH
Menulis 5 paragraf sehari itu lebih baik dari pada menulis 10 halaman setiap tiga bulan sekali. Saat berapi api semangat menulis maka banyak tulisan yang dihasilkan, tapi jika semangat kendor tidak satupun tulisan yang didapat. Maka kuncinya adalah jangan menyerah dan tetap istiqomah setiap hari menulis.
KUNCI KELIMA : BERJEJARING
Maksudnya, jadi penulis jangan menepi. Memang saat sekarang harus menepi karena pandemi corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan. Pasti kita sudah jelas ya dampak dari kita banyak konektivitas.
KUNCI KEENAM : MENULIS SEBANYAK-BANYAKNYA
Menulislah setiap hari bin istiqomah. Lakukan secara terus menerus. Jika anda merasa tulisan anda tidak baik maka dengan tiap hari menulis otomatis akan memperbaikki kualitas tulisan kita.
Itulah resume pada pertemuan di wa grup kali ini yang dibawakan oleh DR.NGAINUN NAIM dosen IAIN TULUNGAGUNG.
Langganan:
Postingan (Atom)